Anda pasti tahu, dalam setiap cerita nenek sihir pasti ada "kucing hitam"nya. Mengapa kucing hitam selalu dikaitkan dengan dunia sihir atau magis? Jawabannya bisa ditarik jauh ke zaman Babylonia kuno dimana kucing hitam menjadi hewan persembahan dalam upacara ritual untuk dibakar bersama sesaji lainnya. Mitos ini timbul karena ada seekor kucing hitam yang tidur ditengah-tengah seekor ular dengan pulasnya, padahal pada saat itu ular dipercaya merupakan lambang dari kejahatan. Keyakinan ini terus berkembang hingga abad pertengahan.
Di Jerman, orang-orang percaya bahwa bila seekor kucing hitam kedapatan melompat ke tempat tidur orang sakit, kematian akan datang pada orang sakit tersebut. Lain lagi dengan kepercayaan orang Normandia, mereka percaya apabila dalam perjalanan Anda melihat seekor kucing hitam yang sedang menyebrang di tengah bulan purnama, Anda akan terkena penyakit menular yang sulit untuk disembuhkan, (saran dari penulis, "ga usah keluar malem2, ga usah piara kucing, merem aja kalo jalan.. jadi kalo ada kucing item nyebrang, Anda ga bakal kena penyakit menular ^^-).
Masyarakat Firlandia mempunyai keyakinan yang berbeda. Mereka percaya bahwa kucing hitamlah yang akan membawa jiwa manusia ke alam baka (wuih! lo shinigaminya selucu itu hitsugaya bs kalah dunk!! (pletak! di lempar hyourinmaru m hitsugaya).. hikz.. hikz.. mangap hitsu-chan.. juzt kidd xD). Sedangkan di China, kehadiran seekor kucing hitam merupakan pertanda bahwa mereka akan terkena penyakit atau akan jatuh miskin.
Legenda mengenai kucing hitam juga terdapat di India. Hanya saja di negeri Mahatma Gandhi ini, ada kepercayaan bahwa jiwa yang berenkarnasi dapat dibebaskan dengan melempar kucing hitam ke dalam api yang menyala. Masyarakat Celtic percaya bahwa kucing hitam dapat memprediksi masa depan. Sedang para Dukun (Druids) pada masa Inggris kuno percaya bahwa kucing merupakan jelmaan seseorang yang telah mati di mana pada masa ia hidup, orang itu selalu berbuat jahat. Menjadi kucing hitam adalah kutukan bagi kejahatan masa lalu orang tersebut.
Di beberapa komunitas masyarakat, ada juga kepercayaan lain tentang kucing hitam. Mereka meyakini kucing hitam ini merupakan salah satu penyamaran para penyihir. Walau tidak pernah ada saksi yang menyaksikan ada penyihir yang berubah menjadi kucing hitam atau sebaliknya, tetapi mereka mengatakan bahwa jika suatu hari mereka menyakiti kucing hitam dan kucing hitam tersebut terluka, maka keesokan harinya mereka menemukan luka yang sama di tempat kucing itu terluka pada seorang perempuan tua.
Kepercayaan lain mengatakan bahwa kucing hitam adalah pembantu para penyihir untuk menyelesaikan perbuatan jahat mereka. Mereka akan terbang dengan sapu lidi mereka dan mulai membuat keributan. Namun kepercayaan yang satu ini dapat di akhiri dengan memberi mereka permen-permen yang manis untuk mengantisipasi penyihir itu agar tidak berbuat keonaran (Tidak disebutkan apakah para penyihir itu ompong giginya gara-gara kebanyakan makan yang manis-manis.).
Fin






